2010/08/29
Bila kita asyik tuding -menuding antara satu sama lain, adakah pernah kita terpikir masa bila pula kita akan bersalaman antara satu sama lain.Sedangkan kita tahu,yang mengambil kesempatan, akan terus mengambil kesempatan.Sedangkan kita pernah belajar daripada masa silam kita dahulu.Adakah kita tunggu,dan tunggu hingga beras yang di masak menjadi nasi atau bubur atau seterusnya basi.
Apakah langkah kita?sudahkah kita selami diri kita, sempurnakah kita untuk menyalahi yang lain.Beranikah kita untuk memaafkan yang lain.Dimanakah kita, diatas yang tersenyum megah,mahupon dibawah yang sedang melambai-lambai,berbezakah kita?Sedangkan kail panjang sejengkal,lautan dalam hendak di duga,perlukah kita menduga dalam lautan,atau sepatutnya kita perhalusi kail itu untuk menangkap hasil lautan itu? walaupun bukan semua kepingin hasil lautan itu,namun,tak bermakna semua wajib menduga lautan yang dalam itu.
Mengapa kita begini,sudahkah kita siapkan warisan kita,taatnya pada yang Esa.Atau kita wariskan kebencian terhadap kita sendiri buat selamanya.Berbaloikah kita,sedang yang lain cekap menyiapkan senjata.Sampai bila kita akan belajar memahami,hingga seluruh depan,belakang dan keliling kita di mamah bumi.
Sungguh banyak permata di bumi ini,namun mengapa hanya jauhari mengenal manikam.Jangkaukan perjalanan ini,hiasi diri ini,penuhi dengan rahmatNYA,nikmatNYA yang tidak pernah di halang batas duniawi.Siapkan diri kita dengan segala persiapan yang ada.Persiapkan waris dengan persiapan yang utuh dunia dan akhirat.Semoga kita penuhi dunia ini buat bekalan di hujungnya kelak.Yang pastinya, baik hanya datang dariNYA,dan sebaliknya dari kita.:)
panda~H
2010/08/21
Selama ini kita hanya mengenal Wong Fei Hung sebagai jagoan Kung fu dalam film Once Upon A Time in China. Dalam film itu, karakter Wong Fei Hung diperankan oleh aktor terkenal Hong Kong, Jet Li. Namun siapakah sebenarnya Wong Fei Hung?
Wong Fei Hung adalah seorang Ulama, Ahli Pengobatan, dan Ahli Beladiri legendaris yang namanya ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional China oleh pemerintah China. Namun Pemerintah China sering berupaya mengaburkan jatidiri Wong Fei Hung sebagai seorang muslim demi menjaga supremasi kekuasaan Komunis di China.
Wong Fei-Hung dilahirkan pada tahun 1847 di Kwantung (Guandong) dari keluarga muslim yang taat. Nama Fei pada Wong Fei Hung merupakan dialek Canton untuk menyebut nama Arab, Fais. Sementara Nama Hung juga merupakan dialek Kanton untuk menyebut nama Arab, Hussein. Jadi, bila di-bahasa-arab-kan, namanya ialah Faisal Hussein Wong.
Ayahnya, Wong Kay-Ying adalah seorang Ulama, dan tabib ahli ilmu pengobatan tradisional, serta ahli beladiri tradisional Tiongkok (wushu/kungfu). Ayahnya memiliki sebuah klinik pengobatan bernama Po Chi Lam di Canton (ibukota Guandong). Wong Kay-Ying merupakan seorang ulama yang menguasai ilmu wushu tingkat tinggi. Ketinggian ilmu beladiri Wong Kay-Ying membuatnya dikenal sebagai salah satu dari Sepuluh Macan Kwantung. Posisi Macan Kwantung ini di kemudian hari diwariskannya kepada Wong Fei Hung.
Kombinasi antara pengetahuan ilmu pengobatan tradisional dan teknik beladiri serta ditunjang oleh keluhuran budi pekerti sebagai Muslim membuat keluarga Wong sering turun tangan membantu orang-orang lemah dan tertindas pada masa itu. Karena itulah masyarakat Kwantung sangat menghormati dan mengidolakan Keluarga Wong.
Pasien klinik keluarga Wong yang meminta bantuan pengobatan umumnya berasal dari kalangan miskin yang tidak mampu membayar biaya pengobatan. Walau begitu, Keluarga Wong tetap membantu setiap pasien yang datang dengan sungguh-sungguh. Keluarga Wong tidak pernah pandang bulu dalam membantu, tanpa memedulikan suku, ras, agama, semua dibantu tanpa pamrih.
Secara rahasia, keluarga Wong terlibat aktif dalam gerakan bawah tanah melawan pemerintahan Dinasti Ch’in yang korup dan penindas. Dinasti Ch’in ialah Dinasti yang merubuhkan kekuasaan Dinasti Yuan yang memerintah sebelumnya. Dinasti Yuan ini dikenal sebagai satu-satunya Dinasti Kaisar Cina yang anggota keluarganya banyak yang memeluk agama Islam.
Wong Fei-Hung mulai mengasah bakat beladirinya sejak berguru kepada Luk Ah-Choi yang juga pernah menjadi guru ayahnya. Luk Ah-Choi inilah yang kemudian mengajarinya dasar-dasar jurus Hung Gar yang membuat Fei Hung sukses melahirkan Jurus Tendangan Tanpa Bayangan yang legendaris. Dasar-dasar jurus Hung Gar ditemukan, dikembangkan dan merupakan andalan dari Hung Hei-Kwun, kakak seperguruan Luk Ah-Choi. Hung Hei-Kwun adalah seorang pendekar Shaolin yang lolos dari peristiwa pembakaran dan pembantaian oleh pemerintahan Dinasti Ch’in pada 1734.
Hung Hei-Kwun ini adalah pemimpin pemberontakan bersejarah yang hampir mengalahkan dinasti penjajah Ch’in yang datang dari Manchuria (sekarang kita mengenalnya sebagai Korea). Jika saja pemerintah Ch’in tidak meminta bantuan pasukan-pasukan bersenjata bangsa asing (Rusia, Inggris, Jepang), pemberontakan pimpinan Hung Hei-Kwun itu niscaya akan berhasil mengusir pendudukan Dinasti Ch’in.
Setelah berguru kepada Luk Ah-Choi, Wong Fei-Hung kemudian berguru pada ayahnya sendiri hingga pada awal usia 20-an tahun, ia telah menjadi ahli pengobatan dan beladiri terkemuka. Bahkan ia berhasil mengembangkannya menjadi lebih maju. Kemampuan beladirinya semakin sulit ditandingi ketika ia berhasil membuat jurus baru yang sangat taktis namun efisien yang dinamakan Jurus Cakar Macan dan Jurus Sembilan Pukulan Khusus.
Selain dengan tangan kosong, Wong Fei-Hung juga mahir menggunakan bermacam-macam senjata. Masyarakat Canton pernah menyaksikan langsung dengan mata kepala mereka sendiri bagaimana ia seorang diri dengan hanya memegang tongkat berhasil menghajar lebih dari 30 orang jagoan pelabuhan berbadan kekar dan kejam di Canton yang mengeroyoknya karena ia membela rakyat miskin yang akan mereka peras.
Dalam kehidupan keluarga, Allah banyak mengujinya dengan berbagai cobaan. Seorang anaknya terbunuh dalam suatu insiden perkelahian dengan mafia Canton. Wong Fei-Hung tiga kali menikah karena istri-istrinya meninggal dalam usia pendek. Setelah istri ketiganya wafat, Wong Fei-Hung memutuskan untuk hidup sendiri sampai kemudian ia bertemu dengan Mok Gwai Lan, seorang perempuan muda yang kebetulan juga ahli beladiri.
Mok Gwai Lan ini kemudian menjadi pasangan hidupnya hingga akhir hayat. Mok Gwai Lan turut mengajar beladiri pada kelas khusus perempuan di perguruan suaminya.
Pada 1924 Wong Fei-Hung meninggal dalam usia 77 tahun. Masyarakat Cina, khususnya di Kwantung dan Canton mengenangnya sebagai pahlawan pembela kaum mustad’afin (tertindas) yang tidak pernah gentar membela kehormatan mereka. Siapapun dan berapapun jumlah orang yang menindas orang miskin, akan dilawannya dengan segenap kekuatan dan keberanian yang dimilikinya.
Wong Fei-Hung wafat dengan meninggalkan nama harum yang membuatnya dikenal sebagai manusia yang hidup mulia, salah satu pilihan hidup yang diberikan Allah kepada seorang muslim selain mati Syahid. Semoga segala amal ibadahnya diterima di sisi Alah Swt dan semoga segala kebaikannya menjadi teladan bagi kita, generasi muslim yang hidup setelahnya. Amiin.
[-Kasawari Sengal-]
2010/08/19
Ilmu utk dikongsi bersama :
Berdasarkan radio IKIM (91.50 FM), Ustaz Zawawi bercerita tentang sunnah Rasulallah S.A.W.
Antaranya tentang bab memberi salam.
Baginda memberi salam dgn lafaz "assalamualaikum" dan menjawab salam
dari para sahabat dgn salam yg penuh "waalaikumussalam warahmatulallahhi wabarakatuh"
Memberi salam - "assalamualaikum"
Menjawab salam - "waalaikumussalam warahmatulallah hi wabarakatuh"
Apabila berkirim salam pada orang lain, hendaklah kita berkata (Contoh) "Kirim salam assalamualaikum pada ZIZAH ye". Bukannya : "Kirim salam kat ZIZAH ye"
Dan bukannya " Kirim salam maut" - statement ini adalah berdosa, walaupun sekadar gurauan!
Semoga ada manfaat.
"Akum = Avde Kokhavim U Mazzalot"
Maksud singkatan " A'kum"
Untuk renungan bersama :
Janganlah kita menggantikan perkataan
"Assalamualaikum" dengan "A'kum" dalam sms atau apa sekalipun melalui tulisan.
Jika perkataan Assalamualaikum itu panjang, maka hendaklah kita ganti dengan perkataan
"As Salam" iaitu sama makna dengan Assalamualaikum.
Sesama lah kita memberitahu member-member yang selalu sangat guna
shortform A'kum dalam sms ataupun email. Perkataan 'AKUM' adalah gelaran untuk orang-orang Yahudi terhadap orang-orang bukan yahudi yang bermaksud 'BINATANG' dalam Bahasa Ibrani.
Ia singkatan daripada perkataan 'Avde Kokhavim U Mazzalot' yang
bermaksud 'HAMBA-HAMBA BINATANG DAN ORANG-ORANG SESAT '.
Mulai sekarang jika ada orang hantar shortform "A'kum", kita ingatkan
dia guna "As Salam" kerana salam ialah dari perkataan Assalamualaikum. Semoga ada manfaatnya..
JIKA ANDA TIDAK KEBERATAN, FORWARD LAH CERITA KEPADA TEMAN TEMAN MU, KERANA SESUNGGUHNYA ILMU YANG BERMANFAAT ITU, AKAN ABADI JIKA DIAMALKAN.
kalau ada kemuskilan berjumpalah yg pakar dlm bidang ni.....
[-Kasawari Sengal-]
Setelah sekian lama gua tercampak ntah kat mana jauh dari korang semua.. kini gua kembali dengan speed terkini... 75.2km sejam (tak caye tengok metro arinih ttg kasawari)
amacam korang? ada baguih? baguih dok ada? aku harap semua tu ada dalam diri korang skang nieh...
arinih aku nak berkongsi sesuatu dengan korang... cuba perhatikan imej menarik dibawah ini satu persatu..








